Potensipertambangan yang terdapat di Kabupaten Bone berdasarkan lokasi, jenis bahan galian dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Potensi Kandungan: 1: Batu Bara: Lappariaja (Pattuku LimpoE, Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kajuara Lappabosseng), Kahu (Nusa) - 1 - 4% Belerang- 8 - 11% Kadar Air - 3 - 13% Abu - 20 Boneposmenyajikan berita terkini dan terbaru, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional. mgid.com, 535943, DIRECT, d4c29acad76ce94f Langsung ke konten. Menu. Hubungi Kami Indeks. tutup Tambang Batu Bara di Patimpeng Bone Diduga Ilegal. FAJARCO.ID, BONE — Aktivitas tambang batu bara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru baru diketahui oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Padahal aktivitas itu sudah berlangsung berpuluh tahun, dan baru mengantongi izin pada tahun 2008 dan perpanjangan izin kedua pada tahun 2017. TRIBUNBONECOM, LAMURU - Aktivitas tambang batu bara di Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeluhkan warga. Pasalnya, aktivitas tambang batu bara yang melalui dua desa yakni Desa Massenrengpulu dan Desa Mattampawalie membuat jalan rusak. AnggotaKomisi IV DPR RI asal Sulsel, Andi Akmal Pasluddin mengatakan aktivitas penambangan yang berdampak pada kerusakan lingkungan harus dievaluasi. Termasuk penambangan batu bara di Bone yang belakangan diprotes warga setempat. "Saya akan lanjutkan masalah ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Lokasitambang batu bara di Indonesia juga cukup tersebar. Yakni ada di Maluku Utara, Jawa, Sulawesi, Papua, Sumatra, dan yang terbesar di Kalimantan. Daerah pertama sekaligus penghasil marmer terbesar saat ini ada Bone, Maros, Enrekang, Sulawesi Selatan. Lalu ada di Lampung, Aceh, Sumatra Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Aktivitastambang batu bara di Desa Massenrempulu dan Desa Mattampawalie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, menimbulkan kerusakan. 3XLMqS. Potensi pertambangan yang terdapat di Kabupaten Bone berdasarkan lokasi, jenis bahan galian dapat dilihat pada tabel di bawah ini No Bahan Galian Lokasi Kec/Desa Sifat Kimia dan Pembentukannya Potensi Kandungan 1 Batu Bara Lappariaja Pattuku LimpoE, Tenripakkua, Lamuru Massenrengpulu, Kajuara Lappabosseng, Kahu Nusa – 1 – 4% Belerang– 8 – 11% Kadar Air – 3 – 13% Abu – 20 – 36% Zat Terbang – – Kalor Ton 2 Mangan Ponre Mappesangka, Turuadae, Libureng Malinrung, Salomekko Tebba, Ulubalang, Mappatoba dan Bontocani Dusun Pakkelangi – Float Pirolusit – Float Psilomelan – Ton– Bontocani dalam bentuk Ferromangan 10 Juta Ton 3 Tembaga Libureng Camming, Pationgi, Ponre Mattirobulu, Mappasangka dan Patimpeng Talabangi, Tonra Desa Samaenre – 10% Cu– 13,4% Mn – 1,6% Pb – 0,3% Zn – 300 gram/ton Ag Belum Diketahui 4 EmasPerak Libureng Camming, Pationgi, Ponre Mattirobulu, Mappasangka, dan Patimpeng Talabangi Pengaruh Intrusi Batuan Belum Diketahui 5 Bijih Besi Bontocani Dusun Pakke Desa Langi, Dusun Tanjung Kel Kahu, dan Dusun Marara Kel Kahu Matajang Kahu, Libureng Malinrung – Magnetit– Hematit Ton 6 PasirKuarsa Lappariaja Tenripakkua, Lamuru Massenreng Pulu, Kahu Nursa, Kajuara Lemo, Bontocani Dusun Tanjung Kel Kahu Warna putih kotor hingga kuning kecoklatan, berbutir sedang-kasar kandungan SiO 95,75% Ton 7 Tanah Liat Lappariaja Tenripakkua, Lamuru Massenrengpulu Cina Abbumpungeng, Tanete Riattang Bukaka – 3,21 – 9,85% AI203– 1,78 – 3,13% Fe203 – 0,10 – 2,62% CaO – 0,14 – 6,81% CaO – 51,33 – 82,85% Sio2 – Lappariaja 10 Jt m3– Cina 10 Jt m3 – Bukaka 1 Jt m3 8 Batu Kapur Ajangale, Amali, DuaboccoE, Ulaweng, Palakka, Barebbo Batu Gamping Taccipi Formasi Walanae Jutaan m3 9 Marmer Bontocani Watangcani, Ulaweng Lilina Ajangale Tonra, Kahu Bontopadang Batu Gamping Formasi Tonasa yang terpengaruh tektonik – Ton– Ton – Tonra blm diketahui 10 Koalin Bontocani, Kajuara Pengaruh Intrusi Diorit, Trakhit dan Granodiorit Belum Diketahui 11 Sirtu Kajuara, Salomekko, Bengo, Ponre, Lappariaja, Lamuru, Tanete Riattang barat, Bontocani, Liburang, Tonra, Mare, Cina, Kahu, Awangpone Endapan Aluvium sungai Belum Diketahui 12 Batu Gamping Bontocani Watangcani, Mattirowalie, Langi, Pattukku Formasi Tonasa m3 13 Batu Gamping Ponre Pattimpa, Poleonro, Libureng Mallinrung Formasi Tonasa m3 14 Batu Gamping Cina Ajangpulu Formasi Dolomitan m3 15 Rhiolit Tonra Gareccing, Bone, Pute Pengaruh Intrusi Batuan Beku 160 ha 16 Granit Kahu Cakkela Bontocani Dusun Tanjung Kel Kahu, Dusun Bana dan Bulu Rojeng - Nama Haji Isam jadi sorotan publik beberapa hari terakhir. Pria bernama lengkap Samsudin Andi Arsyad adalah salah satu pengusaha terkaya di Pulau Kalimantan. Nama Haji Isam mencuat setelah Presiden Joko Widodo Jokowi rela datang guna meresmikan pabrik biodiesel barunya senilai Rp 2 triliun yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Siapa Haji Isam sebenarnya profil Haji Isam? Menyebut Haji Isam, nyaris semua orang Kalsel mengenalnya. Sosoknya lekat dengan Jhonlin Group, konglomerasi bisnis yang usaha utamanya adalah perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara. Haji Isam sendiri sebenarnya bukan asli Kalimantan, pria yang kini berusia 44 tahun ini merupakan perantau sukses dari Bone, Sulawesi Selatan. Baca juga Daftar 5 Perusahaan Besar Tambang Batu Bara di Kalsel Rumah besarnya tampak megah bak istana di tepi jalan raya di Batu Licin. Total luas kediamannya disebut-sebut mencapai 20 hektare. Ia juga cukup dikenal dengan hobi off road dan berburu. Johlin memiliki lini usaha batubara di bawah bendera PT Jhonlin Baratama, lalu ada perusahaan perkapalan Jhonlin Marine and Shipping, Jhonlin Air Transport, perusahaan sewa atau rental jet pribadi. Kemudian perusahaan biodiesel Jhonlin Agro Raya sampai pabrik gula dan dan pekebunan tebu PT Prima Alam Gemilang, anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri. Haji Isam juga merupakan keponakan dari Sahbirin Noor yang tak lain merupakan Gubernur Kalsel saat ini. Setelah pensiun sebagai camat, Sahbirin sendiri tercatat pernah menjabat sebagai direktur di salah satu perusahaan Jhonlin Group. Baca juga Daftar 5 Perusahaan Penguasa Perkebunan Kelapa Sawit di Kalsel Pernah jadi tukang ojek Dikutip dari Tribunnews, sebelum sukses menjadi seorang pengusaha, Haji Isam pernah menjadi pekerja kasar di bidang perkayuan, tukang tebang, buruh muat, dan sopir angkutan, bahkan pernah menjadi tukang ojek. Ia memulai usahanya dari nol hingga akhirnya sukses. Haji Isam mengawali terjun ke bisnis batubara nyaris hanya modal dengkul. GREENPEACE via BBC INDONESIA Korindo beralasan perkebunan sawitnya berada dekat dengan perbatasan Papua dan Papua Nugini sehingga keberadaan aparat polisi diperlukan untuk menjaga keamanan. Berawal saat ikut di sebuah perusahaan milik seorang pengusaha Batubara keturunan Tionghoa - Surabaya. Pengusaha itulah yang mengenalkannya dengan usaha batu bara. Usai keluar dari perusahaan tersebut, Haji Isam mencoba usaha sendiri dan mendirikan perusahaan bernama Jhonlin yang belakangan bisnisnya menggurita. Baca juga Selain Batu Bara, Ini Deretan Tambang Besar Lainnya di Kalsel Kontroversi Haji Isam Sementara itu dikutip dari Kontan, baru-baru ini, nama Haji Isam membetot perhatian lantaran ada dugaan perusahaan Haji Isam menyuap pejabat pajak berkaitan dengan nilai pajak perusahaannya. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Senin 4 Oktober, sidang itu mengadili terdakwa Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal Ditjen Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan di Ditjen Pajak terungkap sepak terjang dugaan penyuapan itu. Adalah saksi Yulmanizar yang juga mantan anggota tim pemeriksa pajak di Ditjen Pajak yang menyebut keterlibatan Haji Isam dalam Berita Acara Perkara no 41 itu. Yulmanizar mengaku sempat bertemu orang bernama Agus Susetyo yang tak lain adalah konsultan pajak PT Jhonlin milik Haji Isam. Baca juga Dikaitkan dengan Penyebab Banjir, Ini Luas Perkebunan Sawit di Kalsel Dalam pertemuan itu, Yulmanizar menyebut Jhonlin minta agar nilai perhitungan pajak PT Jhonlin Baratama dikondisikan Rp 10 miliar saja. Yulmanizar menyebut, dalam pertemuan itu, permintaan pengkodisian nilai pajak Jhonlin adalah permintaan langsung dari pemilik PT Jhonlin Baratama yakni Samsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam. Menelusuri kepemilikan Haji Isam di Jhonlin Baratamata juga nampak dari data Kemenkumham. Jhonlin Baratama dimiliki Jhonlin Group dengan kepemilikan saham atau senilai Rp 40,8 miliar. Lalu ada nama Hj Nurhayati sebanyak saham atau senilai Rp 35,9 miliar, sementara Haji Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam sendiri atau senilai Rp 3,2 miliar. Baca juga Mengintip Bisnis Luhut, Menteri Jokowi yang Kaya Raya dari Batubara Perusahaan ini memiliki modal dasar sebanyak Rp 320 miliar dengan modal ditempatkan senilai Rp80 miliar. Dalam dunia politik, Haji Isam sempat menjadi Wakil Bendahara Kampanye Tim Jokowi - Amin dalam Pilpres 2020. Kedatangan Presiden Jokowi ke perusahaan Haji Isam bukan kali pertama. Sebelum meresmikan pabrik biodiesel milik Haji Isam di Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang, Kamis 21 Oktober, Presiden Jokowi juga pernah memeresmikan pabrik gula dan perkebunan tebu milik PT Prima Alam Gemilang PAG. Pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara itu, adalah anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri yang tak lain adalah bisnis milik Jhonlin Group milik Haji Isam. Baca juga Kata Menko Airlangga, Ini Bahayanya Apabila Harga Batubara Kemahalan Pabrik gula tersebut juga sempat menuai kontroversi. Saat itu, pemerintah memberikan konsesi perkebunan tebu kepada Haji Isam. Pemberian konsesi ini menjadi sorotan karena ditengarai menabrak tata ruang dan program kementerian. Banyak kalangan menuding mulusnya konsesi perusahaan Haji Isam karena bantuan Menteri Pertanian 2014-2019, Amran Sulaiman. Dok. Humas Kementan Amran Sulaiman merupakan sepupu dari pemilik Jhonlin Group Haji Isam Berasal sama-sama dari Bone, Amran Sulaiman diketahui merupakan sepupu dari Haji Isam. Kini Presiden Jokowi kembali meresmikan pabrik biodiesel Jhonlin. Menurut Direktur PT Jhonlin Agro Raya Zafrinal Lubis, pabrik ini siap memproduksi biodiesel pada Oktober ini. Baca juga Harga batubara cetak rekor tertinggi sejak November 2018 Menelan biaya investasi Rp 2 triliun, dana invesatasi ini untuk untuk pembangunan pabrik beserta prasarana pabrik dengan biaya investasi sebesar Rp 1 triliun dan Rp 1 triliun sisanya untuk pembangunan jety atau pelabuhan. Pabrik ini menempati lahan seluas 6 hektare itu dan akan akan memproduksi biodiesel serta minyak goreng dengan kapasitas produksi 60 ton per jam. Dengan kapasitas produksi dibutuhkan pasokan ton per hari tandan buah segar TBS sawit. Pasokan sawit akan diperoleh dari petani sekitar sebesar persen dan sisanya dipasok dari luar daerah, berupa minyak sawit mentah atau crude palm oil CPO Baca juga Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Berapa Gaji Menteri Juliari Batubara? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home » Investasi » Ini Dia 10 Fakta Tambang Batu Bara yang Menarik dan Menggiurkan Dibaca Normal 7 Menit Ini Dia 10 Fakta Tambang Batu Bara yang Menarik dan Menggiurkan Tambang batu bara adalah salah satu sektor industri yang prospektif. Apa saja yang perlu diketahui tentang fakta tambang batu bara? Yuk, ikuti ulasan lengkapnya dalam artikel Finansialku kali ini. Tambang Batu Bara di IndonesiaFakta Menarik dari Tambang Batu Bara1 Sumber Tambang yang Melimpah2 Daya Jual Tinggi3 Usia yang Sudah Tua4 Batu Bara Memiliki Nilai Fungsional Tinggi5 Bahan Baku Produksi Baja6 Izin Usaha Batubara7 Potensi Logam Tanah Jarang REE8 Nilai Energi yang Rendah9 Konversi Energi10 Eksportir TerbesarPengelolaan yang Harus Selalu Ditingkatkan Tambang Batu Bara di Indonesia Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah. Kita bisa menemukan beragam sumber daya alam, seperti logam mulia ataupun batu bara. Sebagai negara yang makmur, rupanya Indonesia memiliki lahan tambang yang sangat luas. Menariknya, lahan ini tersebar di berbagai daerah di tanah air. Bahkan beberapa diantaranya menjadi sumber energi nasional dan komoditas ekspor. Fakta Menarik dari Tambang Batu Bara Walaupun sempat menimbulkan pro dan kontra, bisnis batu bara tak berhenti sampai di sini. Banyak orang berlomba-lomba menggeluti dan terjun langsung ke bisnis tersebut. Hal ini didukung oleh fakta tambang batu bara yang menyedot perhatian masyarakat. Di balik gemerlapnya dunia tambang di Indonesia, ternyata ada fakta tambang batu bara yang menarik untuk diulik. Setidaknya 10 fakta berikut akan membuka wawasan Anda terkait tambang di tanah air. 1 Sumber Tambang yang Melimpah Tak hanya di Indonesia, lahan tambang batu bara sangat mudah dijumpai di berbagai dunia. Inilah mengapa komoditi batu bara cukup melimpah, sehingga bisa dipergunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Di Indonesia sendiri, lahan tambang batu bara menyebar ke seluruh daerah, tak hanya di Pulau Kalimantan. Proses penambangannya pun tergolong mudah, tak sesulit minyak bumi maupun logam mulia lainnya. 2 Daya Jual Tinggi Jika dibandingkan komoditas tambang lainnya, batu bara punya nilai jual yang sangat tinggi. Ketersediaannya pun terhitung melimpah, sehingga cocok dijadikan sumber energi. Sampai saat ini, belum ada komoditas tambang lain yang mampu menandingi ketersediaan dan harga batu bara di pasaran. Alasan ini pula yang membuat para pengusaha tambang berlomba-lomba membeli dan mengklaim lahan tambang privat. [Baca Juga Cara Hitung Skema Baru Tagihan Listrik yang Bikin Naik 4x Lipat!] 3 Usia yang Sudah Tua Tahukah Anda awal mula manusia memanfaatkan batu bara? Ditilik dari sejarah yang ada, batu bara telah dipergunakan sejak Zaman Perunggu. Masyarakat pada waktu itu mulai sadar dan paham nilai guna dari batu bara. Atas penemuan ini, batu bara pun dianggap sebagai fosil tertua yang pernah ada. Ini berdasarkan atas penggunaan batu bara sebagai sumber energi oleh manusia. Seperti yang kita tahu, keterbatasan pengetahuan seringkali menjadikan komoditas tambang kurang diminati. Padahal pengelolaan tambang yang tepat bisa menghasilkan peluang bisnis. Fakta tambang batu bara ini baru disadari oleh masyarakat beberapa tahun terakhir, setelah banyaknya pengusaha tambang yang bermunculan. 4 Batu Bara Memiliki Nilai Fungsional Tinggi Selain dijadikan sumber energi utama, batu bara rupanya dimanfaatkan pula dalam produksi semen. Sebagian besar pabrik semen menggunakan batu bara sebagai campuran sekaligus bahan bakar. Dengan begini, proses pembuatan semen dapat berlangsung lancar dan memuaskan. Hasil yang didapat jauh lebih berkualitas dibandingkan bahan campuran lainnya. Adapun bahan campuran yang ditambahkan dalam produksi semen adalah abu batu bara. Jadi, tak ada yang terbuang dari batu bara selama proses produksi ini. 5 Bahan Baku Produksi Baja Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan batu bara pada produksi baja meningkat drastis. Pasalnya, produsen baja memanfaatkan batu bara metalurgi untuk memproduksi baja. Batu bara metalurgi diubah menjadi kokas, material utama dalam produksi baja. Kokas didapatkan dari memanaskan batu bara dalam oven reduksi yang hampa udara. Saat proses pemanasan berlangsung, suhu yang digunakan benar-benar tinggi. Proses ini menghasilkan kokas yang bersifat kuat, poros, serta padat. Hasil inilah yang dinamakan kokas dan dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan baja. [Baca Juga Harga Batu Bara RI 2019-2020 Merosot, Kok Bisa?] 6 Izin Usaha Batubara Mengingat ketersediaan lahan tambang batu bara yang luas di Indonesia, pemerintah turut memberi sumbangsih dalam pengelolaannya. Ini terlihat dari pemberian izin usaha tambang yang mencapai angka pada beberapa tahun terakhir sehingga membuat bisnis ini semakin bergairah. Angka yang cukup tinggi untuk membuka dan mengelola sumber daya alam. Sayangnya, beberapa izin tak mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan, sehingga menimbulkan masalah baru. Anda tentu sering melihat banyaknya bekas galian tambang yang menelan korban sekaligus merusak ekosistem sekitar. 7 Potensi Logam Tanah Jarang REE Istilah ini mungkin sedikit asing di telinga Anda, terutama masyarakat awam. REE atau Rare Earth Element mengacu pada senyawa tidak bebas yang tersedia di alam. Untuk mendapatkannya, logam harus dipisahkan dari senyawa lain, sehingga bisa diproses. Meskipun stoknya melimpah di alam, tetapi wilayah penyebarannya justru sangat luas. Sehingga penambang harus kerja keras menemukan batu bara dalam jumlah besar. Seringkali penyebaran logam dalam jumlah kecil di sekitar area tertentu dan dibutuhkan usaha besar untuk mencapai lokasi tersebut. 8 Nilai Energi yang Rendah Seperti yang kita tahu, sebagian besar pembangkit listrik di tanah air menggunakan tenaga uap batu bara. Alasan ini mendorong para pengusaha mengirim komoditasnya ke beberapa pulau di tanah air. Pulau Kalimantan sebagai penghasil terbesar batu bara pun melakukan hal serupa. Walaupun seringkali menimbulkan masalah, seperti pencemaran sungai dan laut dalam proses pengiriman, rupanya tak menyurutkan pilihan pemerintah. Pasalnya, energi listrik berbahan batu bara dinilai jauh lebih murah daripada energi lainnya, yakni panas dan minyak bumi. Dari sisi pengusaha, jelas fakta tambang batu bara ini menjadi komoditas dagang yang menguntungkan. Selama permintaan tetap tinggi, jual dan beli tetap terjadi demi nilai ekonomisnya. [Baca Juga Wah Benar, Ternyata Kaesang Punya Saham Batu Bara!] 9 Konversi Energi Batubara merupakan tambang yang energinya bisa dikonversi ke dalam berbagai bentuk, termasuk cair dan gas. Penggunaannya tak terbatas pada skala privat, namun juga publik. Hasil konversinya tentu bisa kita rasakan sekarang, yakni aliran listrik yang menyala hingga mobil hybrid yang menggunakan batu bara sebagai materialnya. 10 Eksportir Terbesar Siapa yang mengira kalau Indonesia mampu menduduki posisi kelima sebagai eksportir terbesar di dunia? Di balik penolakan masyarakat terhadap pengusaha tambang yang tak taat aturan, rupanya ada hal menarik. Satu di antaranya tentu komoditas ekspor yang meningkat dari hari ke hari. Indonesia mampu memasok kebutuhan batu bara dunia untuk beberapa negara, sehingga menambah pendapatan dari hasil tambang. Pengelolaan yang Harus Selalu Ditingkatkan Itu tadi, fakta tambang batu bara yang jarang diketahui banyak orang. Sebagian besar masyarakat hanya mengetahui batu bara sebagai energi alternatif yang sulit diperbaharui. Pada kenyataannya, hasil tambang ini banyak dimanfaatkan dalam dunia industri. Beberapa diantaranya tentu saja produksi semen dan baja. Sayangnya, pengelolaan batu bara di Indonesia pun kurang optimal, sehingga berpengaruh pada kuantitas impor untuk kebutuhan dalam negeri. GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Entrepreneur & Freelance Setelah membaca artikel di atas, apakah Anda jadi tertarik untuk menggeluti dunia tambang batu bara? Bagikan informasi ini untuk menambah wawasan lebih banyak orang, terima kasih. Sumber Referensi Admin. 10 Fakta Menarik Tentang Batubara. – Sumber Gambar Shara Nurrahmi, Gr. adalah seorang penulis konten. Menyelesaikan jenjang S1 di Universitas Negeri Malang dan Pendidikan Profesi Guru di Universitas Negeri Yogyakarta. Related Posts Page load link Go to Top Semua hal yang dapat dilakukanTempat Menarik & TengaraGereja & KatedralPertanianTempat BersejarahTambangTerjangkauCocok untuk Anak-AnakTempat yang Belum DikenalMasuk GratisBerjiwa petualangCocok untuk Kelompok BesarBagus Saat HujanCocok untuk PasanganCocok untuk Penggemar Aktivitas EkstremLokasi bulan madu19 tempat yang diurut berdasarkan favorit wisatawanMuseum Benda Khusus • TambangMuseum Benda Khusus • TambangTempat Bersejarah • TambangJalur Lintas Alam • TambangTempat Bersejarah • TambangToko Barang Khusus & Suvenir • Formasi GeologiToko Barang Khusus & Suvenir • TambangTempat Menarik & Tengara • TambangToko Barang Khusus & Suvenir • TambangTempat Bersejarah • Tambang Bone - Walhi Sulawesi Selatan Sulsel mendesak pemerintah mencabut izin pertambangan PT Pasir Walanae di Kabupaten Bone, Sulsel. Aktivitas pertambangan batu bara itu diduga memiliki banyak pelanggaran."Dalam temuan investigasi lapangan ada sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Pasir Walanae. Di antaranya, tidak ada aktivitas land clearing atau pembebasan lahan pada tahap eksplorasi yang seharusnya dilakukan sebelum izin produksi diberikan," kata Staf Advokasi dan Kajian Walhi Sulsel, Padel kepada detikSulsel, Jumat 16/9/2022.Padel menyebut perusahaan yang melakukan aktivitas penambangan batu bara dan memiliki konsesi di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone. Perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan IUP dari Pemerintah Provinsi Sulsel sejak tahun 2018 ini memiliki luas konsesi sekitar 182,89 hektare. "Kemudian kami temukan juga adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan yang kami duga itu sudah di luar konsesi yang artinya ada aktivitas pertambangan ilegal. Aktivitas pertambangan juga telah merusak jalan desa yang merupakan akses utama warga selama ini, ditambah lagi ada polusi udara yang ditimbulkan oleh batu bara serta debu akibat mobilisasi angkutan material batu bara," menambahkan dari pertemuan dengan warga Desa Massenrempulu disepakati untuk mendesak kepada Balai Gakkum, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup DPLH Sulsel dan Polda Sulsel mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran PT Pasir Walanae. Sebab kehadirannya merugikan masyarakat setempat."Pemerintah harus segera mencabut izin pertambangan batu bara PT Pasir Walanae yang kami duga kuat melakukan sejumlah pelanggaran pertambangan dan merugikan masyarakat dan merusak lingkungan," seorang warga Dusun Mario-mario, Desa Massenrengpulu, Bustang menuturkan jalan di daerah ini mengalami kerusakan akibat aktivitas pengangkutan batu bara dengan menggunakan mobil truk. Sedangkan jalan yang ada di daerah ini merupakan jalan desa yang tidak bisa dilalui oleh mobil truk besar pengangkut batu bara."Selain itu polusi udara akibat lalu lalang mobil truk pengakut batu bara dikeluhkan oleh masyarakat Desa Massenrempulu. Aktivitas pertambangan PT Pasir Walanae juga telah merusak bangunan irigasi persawahan warga yang berdampak pada pengairan persawahan warga desa, hal ini telah menimbulkan kerugian materil yang besar bagi warga desa," berharap agar perusahaan segera memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dan tidak lagi melakukan pelanggaran pertambangan. Selain itu warga mendesak pemerintah agar mencabut izin perusahaan pertambangan PT Pasir Walanae jika tidak bisa mengindahkan harapan warga."Kami berharap agar perusahaan memperbaiki segera jalanan dan kerusakan yang ditimbulkan perusahaan ini. Kalau tidak bisa, sekalian tutup saja ini tambang. Kami sudah cukup menderita merasakan dampak yang ditimbulkan oleh tambang ini," Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Bone Dray Vibrianto menuturkan soal tambang batu bara semua kewenangan di Pemprov Sulsel. Namun informasi terakhir itu sudah ditutup."Tambang batu bara di Lamuru itu sudah ditutup. Sudah pernah diminta dari Bone hadir di Balai Gakkum untuk memecahkan persoalan di lapangan. Solusinya berdasarkan hasil rekomendasi ditutup sementara dan harus dipenuhi izinnya," ucapnya. Simak Video "Diduga Depresi, Pria di Makassar Sandera-Ancam Bunuh Bayinya" [GambasVideo 20detik] hsr/sar

tambang batu bara di bone